Nama Lain dari Retinol yang Perlu Kamu Tahu

Retinol

Pembahasan tentang manfaat retinol sudah banyak banget di mana-mana. Namun, agar kamu dapat lebih mengenali bahan anti-aging ini sebelum membeli, kenali juga jenis-jenisnya, yuk!

Bagi kamu yang rutin menggunakan skin care pasti pernah membaca atau sekadar mendengar tentang retinol. Ya, bahan ini memang aktif digunakan dalam produk kecantikan, seperti serum, toner, dan sebagainya.

 

Awal Mula Retinol Menjadi Bahan Aktif Anti-aging

Penelitian tentang penggunaan retinol pertama kali rangkum pada 1909. Pada tahun 1931, bahan ini pun berhasil didapatkan meski dalam jumlah yang tidak stabil. Singkat cerita, seiring dengan perkembangan teknologi, retinol berhasil dibuat pada 1947. Setelah itu, digunakan secara luas dalam kandungan produk kecantikan pada 1958.

 

Jenis-jenis Retinol, Turunan Sintetis dari Vitamin A

Retinol sebenarnya salah satu bentuk vitamin A natural, tapi berbeda dengan yang ada dalam makanan.

Vitamin A dalam wortel, contohnya, berbentuk beta karoten atau pro vitamin A. Untuk menjadi retinol, harus diproses terlebih dahulu. Ada beberapa jenis vitamin A natural, yang akan kita bahas satu per satu secara singkat.

 

Retynil-palmitate

Ini adalah jenis retinol yang dijual bebas dengan tingkat kekuatan paling rendah. Cocok untuk pemilik kulit sensitif, sangat kering, atau yang hanya memiliki sedikit kerutan di wajah.

 

Retinaldehida/retinal

Retinol yang juga dijual bebas, tapi sedikit lebih ‘keras’ daripada retinyl palmitate.

 

Tretinoin/Retin-A

Ini termasuk retinol yang tergolong ‘keras’ dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

 

Retinol

Retinol merupakan obat-obatan turunan vitamin A yang memiliki efek berbeda pada kulit. Retinol  ada yang terbentuk secara natural, ada juga yang sintetis atau dibuat oleh industri sesuai kebutuhan.

Retinol yang digunakan pada produk kosmetik atau skin care biasanya dalam bentuk retinol. Zat ini merupakan versi teraman untuk pemilik kulit sensitif. Meski demikian, penggunaannya tetap harus sesuai aturan.

Seberapa ‘keras’ kandungan retinol bukan merupakan jaminan bahwa produk akan lebih efektif. Yang menentukan adalah proses formulasi retinol.

Cara Kerja Retinol

 

Cara kerja retinol bisa dilihat sesuai fungsinya.

Pertama, menginisiasi pergantian sel-sel kulit. Caranya, dengan mengangkat sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru.

Kedua, retinol menetralkan radikal bebas di kulit, penyebab kerusakan sel serta kolagen. Peran kolagen sendiri sangat penting bagi kulit agar tetap kencang dan kenyal.

Ketiga, retinol juga merangsang produksi kolagen yang akan membantu menyamarkan atau meminimalisir timbulnya kerutan dan garis-garis halus di wajah.

Keempat, retinol bisa membantu mengurangi masalah pigmentasi dengan memudarkan bintik-bintik hitam atau hiperpigmentasi.

 

Tips Penggunaan Retinol dalam Skin Care Routine

 

Tahukah kamu kalau satu-satunya tipe retinol yang dapat diproses kulit adalah retinoic acid? Saat menggunakan salah satu produk retinol, enzim pada kulit berperan untuk mengubahnya menjadi retinoic acid agar kulit dapat menerima.

Proses perubahan retinol menjadi retinoic acid dapat memerlukan beberapa minggu. Oleh karena itu, kamu harus konsisten menggunakan produk retinol sebelum bisa melihat hasilnya.

Namun, tidak perlu juga buru-buru menggunakan produk ini setiap hari dalam skin care routine kamu. Karena Sebagian retinol tergolong cukup ‘keras’, pastikan kamu mencoba sedikit terlebih dahulu dengan pada bagian dalam lengan. Tunggu selama 24 jam untuk melihat terjadi iritasi atau tidak.

Jangan lupa untuk menggunakan sunscreen pada pagi hari untuk mengurangi risiko efek samping retinol. Agar kulit tidak semakin kering dan iritasi pada penggunaan pertama, imbangi penggunaannya dengan skin care pelembap.

Meta-description: Retinol sudah ada menjadi salah satu bahan kosmetik sejak lama. Apa itu retinol dan apa saja nama-nama lainnya di pasaran? Cari tahu yuk, di artikel ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *